Kepanikan dan pengetahuan yang minim akan prosedur saat menghadapi gempa menjadi salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya korban jiwa. Saat gempa terjadi secara spontan orang akan bergerak tanpa menyadari bahaya di sekitarnya.
Berikut ini disampaikan beberapa kiat praktis yang dapat dilakukan saat terjadinya gempa berdasarkan rekomendasi Federal Emergency Management Agency (FEMA)
1. Saat Anda berada di dalam ruangan:
• Jauhilah kaca, jendela, pintu keluar, dinding, dan benda lainnya yang rentan jatuh, seperti lampu gantung atau perabotan lainnya.
• Jika Anda berada di tempat tidur saat gempa terjadi, hindari berpindah dari tempat tidur. Tunggu dan lindungi kepala Anda dengan bantal, kecuali Anda berada di bawah lampu yang rentan jatuh. Jika Anda berada pada posisi tersebut, berpindahlah ke tempat aman terdekat.
• Tetap di dalam bangunan sampai efek gempa tersebut berhenti. Sebagian besar orang mengalami cedera dikarenakan meninggalkan atau memasuki bangunan saat gempa dan terkena benda yang jatuh.
• Hindari menggunakan lift.
2. Saat Anda berada di luar ruangan:
• Usahakan untuk tidak berpindah tempat.
• Hindari berada dekat dengan benda – benda yang mungkin runtuh, menjauhlah dari gedung tinggi, pohon, dan lampu jalan.
3. Saat Anda berada di dalam mobil yang bergerak:
• Segera hentikan kendaraan anda di sisi jalan serta tetap tinggal di dalam mobil.
• Hindari menghentikan kendaraan di dekat atau di bawah bangunan, pohon, jalan layang, dan kabel listrik.
• Gunakan perangkat satelit Global Positioning System (GPS) (feature standard di Smartphone) yang dapat digunakan untuk mengirimkan posisi koordinat anda untuk memberitahu di mana lokasi Anda berada.
• Setelah gempa berhenti, lanjutkan perjalanan dengan berhati-hati. Perhatikan kerusakan pada jalanan dan jembatan yang akan dilalui.
• Hindari menggunakan kendaraan melewati jembatan yang rusak akibat gempa.
4. Saat Anda terjebak di bawah reruntuhan:
• Hindari menyalakan korek api karena dikhawatirkan adanya pipa gas yang bocor sehingga mudah menyulut api.
• Tutup mulut Anda dengan sapu tangan atau pakaian karena debu dari reruntuhan dikhawatirkan dapat menganggu penglihatan dan pernafasan
• Ketok pipa atau dinding sehingga tim penolong dapat menemukan posisi Anda. Jika tersedia, gunakan pluit. Jika tidak ada jalan lain, berteriaklah sekuat yang Anda mampu. Berteriak merupakan pilihan terakhir bila tidak ada pilihan lain sebab dikhawatirkan berteriak dapat menyebabkan Anda menghirup debu yang berbahaya.
Ingatlah, setiap alternatif mempunyai kelebihan dan juga kelemahan situasi yang berbeda memerlukan tindakan yang berbeda pula, oleh karena itu pikirkanlah alternatif terbaik untuk kondisi dan situasi Anda.
Sebagai penutup, hendaknya anda tetap “Stay Cool, Think Quickly, and Pray” – (berusaha tenang, berpikir cepat untuk bertindak, dan tetaplah berdoa) saat menghadapi bencana gempa
Referensi: Earthquake Safety Checklist – FEMA B – 526 / March 2010


































