Monday, 2 May 2011

Apa yang Perlu Anda Lakukan Saat Gempa?

Gempa bumi adalah bencana alam yang tak seorangpun dapat memperkirakan secara pasti kapan akan terjadi. Letak geografis Indonesia yang berada di 3 lempeng benua yang terus bergerak secara aktif menjadikan Indonesia sebagai negara yang rentan terhadap gempa bumi. Untuk mengantisipasi kejadian bencana ini diperlukan pengetahuan dan kesiapan yang baik untuk agar korban jiwa dapat diminimalkan atau bahkan dihindari.




Kepanikan dan pengetahuan yang minim akan prosedur saat menghadapi gempa menjadi salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya korban jiwa. Saat gempa terjadi secara spontan orang akan bergerak tanpa menyadari bahaya di sekitarnya.

Berikut ini disampaikan beberapa kiat praktis yang dapat dilakukan saat terjadinya gempa berdasarkan rekomendasi Federal Emergency Management Agency (FEMA)

1. Saat Anda berada di dalam ruangan:





- “Drop, Cover, and Hold” – Berlindunglah di bawah meja yang kokoh. Jika tidak ada meja di dekat Anda, tutup wajah dan kepala Anda dengan tangan dan berjongkoklah ke arah sudut dalam bangunan.



• Jauhilah kaca, jendela, pintu keluar, dinding, dan benda lainnya yang rentan jatuh, seperti lampu gantung atau perabotan lainnya.
• Jika Anda berada di tempat tidur saat gempa terjadi, hindari berpindah dari tempat tidur. Tunggu dan lindungi kepala Anda dengan bantal, kecuali Anda berada di bawah lampu yang rentan jatuh. Jika Anda berada pada posisi tersebut, berpindahlah ke tempat aman terdekat.
• Tetap di dalam bangunan sampai efek gempa tersebut berhenti. Sebagian besar orang mengalami cedera dikarenakan meninggalkan atau memasuki bangunan saat gempa dan terkena benda yang jatuh.
• Hindari menggunakan lift.

2. Saat Anda berada di luar ruangan:




• Usahakan untuk tidak berpindah tempat.
• Hindari berada dekat dengan benda – benda yang mungkin runtuh, menjauhlah dari gedung tinggi, pohon, dan lampu jalan.

3. Saat Anda berada di dalam mobil yang bergerak:
• Segera hentikan kendaraan anda di sisi jalan serta tetap tinggal di dalam mobil.
• Hindari menghentikan kendaraan di dekat atau di bawah bangunan, pohon, jalan layang, dan kabel listrik.
• Gunakan perangkat satelit Global Positioning System (GPS) (feature standard di Smartphone) yang dapat digunakan untuk mengirimkan posisi koordinat anda untuk memberitahu di mana lokasi Anda berada.
• Setelah gempa berhenti, lanjutkan perjalanan dengan berhati-hati. Perhatikan kerusakan pada jalanan dan jembatan yang akan dilalui.
• Hindari menggunakan kendaraan melewati jembatan yang rusak akibat gempa.

4. Saat Anda terjebak di bawah reruntuhan:
• Hindari menyalakan korek api karena dikhawatirkan adanya pipa gas yang bocor sehingga mudah menyulut api.
• Tutup mulut Anda dengan sapu tangan atau pakaian karena debu dari reruntuhan dikhawatirkan dapat menganggu penglihatan dan pernafasan
• Ketok pipa atau dinding sehingga tim penolong dapat menemukan posisi Anda. Jika tersedia, gunakan pluit. Jika tidak ada jalan lain, berteriaklah sekuat yang Anda mampu. Berteriak merupakan pilihan terakhir bila tidak ada pilihan lain sebab dikhawatirkan berteriak dapat menyebabkan Anda menghirup debu yang berbahaya.

Ingatlah, setiap alternatif mempunyai kelebihan dan juga kelemahan situasi yang berbeda memerlukan tindakan yang berbeda pula, oleh karena itu pikirkanlah alternatif terbaik untuk kondisi dan situasi Anda.
Sebagai penutup, hendaknya anda tetap “Stay Cool, Think Quickly, and Pray” – (berusaha tenang, berpikir cepat untuk bertindak, dan tetaplah berdoa) saat menghadapi bencana gempa

Referensi: Earthquake Safety Checklist – FEMA B – 526 / March 2010




Monday, 22 November 2010

Kiat Sehat untuk Pekerja Shift


Pekerja malam atau orang bekerja pada jam shift malam sering mengalami gangguan kesehatan, karena harus tetap terjaga sepanjang malam. Kebanyakan dari mereka sering menderita insomnia akibat bekerja di malam hari yang membuat tubuh stres. Reaksi ini dikarenakan secara biologis tubuh dirancang untuk menjadi aktif pada siang hari dan istirahat di malam hari.

Cara tubuh berfungsi dan jenis hormon yang diproduksi bervariasi tergantung apakah orang tidur atau terjaga. Jika jadwal tidur keluar jalur, maka dapat mengganggu siklus tidur-bangun (ritme sirkadian) yang normal dan tubuh menjadi tidak berfungsi sebagaimana mestinya yang akhirnya mengarah pada insomnia dan masalah kesehatan lainnya.

Berikut beberapa cara untuk mengurangi dampak kesehatan akibat siklus tubuh yang terganggu:

1. Pola makan selama kerja malam.

Pastikan Anda makan malam yang hangat sebelum pergi bekerja. Ini akan menjamin proses pencernaan tetap sehat untuk memberi energi di malam hari, serta kurangi konsumsi minuman seperti kopi, teh atau minuman berkafein lainnya. Kafein dapat berakibat buruk pada tubuh, terlebih bila ritme sirkadian Anda abnormal.

2. Minuman untuk shift malam.

Jus alami dan air putih adalah minuman terbaik di malam hari, karena dalam situasi stres, tubuh akan membutuhkan lebih banyak cairan yang harus diganti.

3. Vitamin untuk meningkatkan efisiensi kerja.

Mengatasi stres yang terkait dengan kerja shift malam atau kerja hingga larut malam adalah dengan mengkonsumsi cukup vitamin B, kalsium, dan magnesium. Vitamin-vitamin ini bisa mengurangi risiko kesehatan karena dampak bekerja hingga larut malam.

4. Hindari merokok saat kerja malam.

Hindari merokok ketika Anda sedang bekerja di malam hari. Serupa dengan kafein, nikotin yang terkandung dalam rokok juga bertindak sebagai stimulan, yang pada akhirnya akan memperburuk kondisi kesehatan Anda.

5. Gaya hidup sehat dan olahraga.

Luangkan waktu lebih untuk diri sendiri dan mempertahankan gaya hidup sehat. Lakukan lebih banyak jalan dan berolahraga setidaknya setengah jam sehari. Lari, renang, dan olahraga kebugaran (fitness) tidak hanya akan membantu mempertahankan tingkat kebugaran yang baik tetapi juga dapat mendukungan untuk tidur yang sehat.


Referensi: Genius Beauty 2010

Monday, 15 November 2010

Sedikit Rekaman Lensa Bencana Merapi



































Sumber foto tidak diketahui, mohon maaf jika foto-foto di atas menimbulkan ketidaknyamanan














Saturday, 13 November 2010

Sayalah Supporter Sejati


Saya sangat menggemari dan selalu mengikuti perkembangan Tim Nasional Indonesia. Saya bisa tiba-tiba menjadi egois bahkan kepada orang terdekat sekalipun jika menyangkut jadwal menonton Timnas. Tak ada yang bisa mengajak saya pergi ke tempat lain selain SUGBK jika Timnas bertanding di sana atau tidak ada yang bisa merebut remote TV jika saya terpaksa menyaksikan permainan Timnas di TV

Lebih seru lagi jika AFF Cup sedang berlangsung. Gengsi, setaranya kemampuan tiap tim, peluang yang sama besar di tiap tim untuk menjadi juara menjadikan Piala AFF event favorit saya. Jauh hari sebelum pertandingan di gelar, saya seperti wanita yang bakal menghadapi malam pertama, bimbang, deg-degan, gelisah, apakah nanti bakal menyakitkan atau menyenangkan? Atau seperti wanita saat menjelang kencan pertama. Bingung memilih kostum. Padahal hanya ada dua pilihan warna, merah atau putih.

Hari itu saya mendengar kalau tiga hari mendatang Indonesia akan melangsungkan pertandingan uji coba sebelum berlaga di Piala AFF, saya lupa itu kapan dan dengan siapa Indonesia bertanding. Yang saya ingat hanya kejadian ini dan yang pasti takkan terlupa.

Singkat cerita, setelah tiga hari menunggu akhirnya hari pertandingan tiba. Pagi hari saya bangun lebih awal, menyusun rencana, berusaha mendapat parkiran gratis di kantor dan berkantor seperti biasa. Menanti kick off jam tujuh malam nanti.

Jam lima tepat, saya bergegas keluar kantor. Pastilah setelah ini saya bakal sibuk sekali, dan waktu dua jam jelang kick off pastilah tak cukup. setelah saya menginjakkan kaki di komplek SUGBK, pastilah harus langsung berdebat sengit dengan calo soal harga tiket yang harus saya bayar. Berjalan tergesa-gesa memutari stadion mencari nomor pintu masuk yang sesuai dengan yang tertera di tiket. Menerobos gerombolan anak-anak usia belasan berkostum orange dan merah berterabuh genderang bernyanyi nyanyi. Lalu setelahnya tersengal-sengal menapaki satu demi satu anak tangga hingga akhirnya berada di depan pintu dengan cahaya putih lampu stadion yang terang menyilaukan dari dalamnya.

Begitulah isi di kepala saya ketika saya sedang di dalam busway menuju halte komdak, sendiri saja. Tapi apa yang saya bayangkan kontras dengan kenyataan. Setibanya di SUGBK saya tak mendapati keramaian seperti jelang pertandingan biasanya. Dimana anak-anak berkostum orange bergenderang itu? atau bapak-bapak si pendebat ulung? atau dimana baju merah putih itu di gelar untuk di jajakan? sepi.

Saya tak patah arang, tetap optimis, mungkin karena saya datang terlalu awal. Bisa saja karena ini hanya pertandingan uji coba, melawan tim gurem hingga tak terlalu menarik animo suporter lainnya untuk datang. Terbesit dalam pikiran ini kesombongan kalau sayalah supporter sejati. Yang selalu setia mendukung walau timnas bertanding dengan tim gurem sekalipun.

Makin berjalan ke dalam, nyali makin ciut, apalagi mendapati tiket box dalam keadaan kosong. tak ada yang menjual tiket. Saya terus menerka-nerka, menelaah apa yang terjadi. Terbesit kemudian, dan, ternyata, saya baru sadar kalau pertandingan tidak di gelar di jakarta, melainkan di Palembang, Jakabaring!!!